Thursday, 21 February 2013

ketika futur mendera

Posted by Unknown  |  at  02:10


Kawan, perjalanan hidup ini memang relatif. Ada yang menganggapnya susah, ada yang menganggapnya mudah, ada pula yang menganggapnya biasa-biasa saja. Yah itu semua tergantung dengan bagaimana cara kita menyikapinya dan yang paling penting adalah bagaimana kondisi iman kita. Kenapa kondisi iman kita sangat mempengaruhi? Untuk menjawab pertanyaan itu, Seperti biasa....

Cekidot ^_^

Siapa sih yang tak pernah mendengar kisah bilal yang disiksa oleh majikannya yang kafir? Disiksa dengan cambuk dan di tindih batu besar serta di jemur diterik matahari dengan bertelanjang dada. Coba kalau kawan2 yang mengalami itu semua, membayangkannya aja pasti berat, iya kan? ^_^ tapi bagi seorang bilal penyiksaan yang begitu dahsyat bukanlah hal berat kawan. Ia mampu melewatinya dengan cara yang sangat indah.

Adalagi seorang panglima yang namanya sering sekali kita dengar, dia adalah khalid bin walid, tidak ada peperangan yang ia ikuti kecuali ia menang dalam peperangan itu (subhanallah), bukankah perang itu sangat melelahkan, memiliki resiko yang sangat besar dengan malaikat maut yang senantiasa mengintainya. Coba kalau kita bayangkan seandainya kita yang berperang, bukankah itu suatu jalan hidup yang sangat berat? Tapi bagi khalid bin walid tidaklah demikian kawan, justru perang adalah kesenangannya, mati  serta syahid di medan perang adalah cita-citanya.

Kawan, bagaimana mungkin seoarang budak bernama bilal mampu menghadapi penyiksaan yang sangat berat itu dengan cara yang sangat indah, dan bagaimana pula seorang panglima kholid bin walid yang selalu menang dalam peperangan malah bercita-cita syahid di medan perang? Setiap mereka mempunyai jalan hidup yang mungkin menurut kita itu sangatlah berat kawan, tapi bagi mereka, jalan itu adalah jalan yang terbaik yang ditetapkan Allah baginya.

Memang hidup ini tergantung bagaimana cara kita menyikapinya, kalo kita nganggap mudah ya mudah, kalo di anggap sulit ya sulit. Tapi kembali lagi dengan pernyataan saya di awal paragraf bahwasanya yang lebih penting dari sebuah penyikapan adalah bagaimana kondisi iman kita? Baik bilal maupun khalid adalah seorang muslim yang memiliki kualitas iman di atas rata-rata, dengan kualitas iman yang tinggi, segalanya akan terasa sangat mudah karena keberadaan Allah yang senantiasa menemani langkah hidup mereka dan menghiasi di setiap ruang hati mereka.

Lalu bagaimanakah dengan kita? Yah, seorang muslim di zaman sekarang memang mengalami fluktuasi(naik-turun) iman yang sangat dinamis. Bahkan tak jarang waktu futur(semangat beribadah menurun) kita lebih lama dari pada waktu semangat kita yang meninggi. Adalagi sebuah pelajaran dari sahabat rosululloh yakni bagaimana ketika kondisi iman sedang futur maka menejemen sikap kitalah yang menetukan.

Mungkin kawan-kawan juga tidak asing mendengar kisah ka’ab dan 2 temannya yang tidak ikut dalam perang tabuk, mereka kemudian dihukum oleh Allah dengan cara di asingkan hingga dunia terasa sempit bagi mereka. Pada kondisi seperti ini, ka’ab mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan romawi dan di tawari dengan jabatan yang tinggi, harta yang banyak serta wanita-wanita yang cantik. Seharusnya, Ka’ab yang terluka karena diasingkan oleh saudara-saudara menerima tawaran itu dan menjadi musuh ummat islam, namun yang terjadi adalah sebaliknya kawan, melalui pola pikir yang jernih dan penyikapan yang begitu matang ka’ab mengatakan “cobaan apa lagi ini?” kemudian ia menyobek-nyobek surat itu dan tetap dalam keterasingan sampai datang pengampunan Allah. Kefuturan telah membuat ka’ab malas untuk berperang dan lebih mencintai dunia. Ia pun sadar atas kesalahannya dan mengambil penyikapan(keputusan) yang bijak dengan tetap bersabar dalam jalan islam.

Kawan,, teruslah tingkatkan kualitas iman kita sebagai benteng utama dalam menghadapi permasalahan hidup dan menyikapi hidup dengan bijak. Jika kefuturan mendera, maka segeralah memohon ampun dan bersungguh-sungguh untuk tetap beristiqomah di jalanNya. Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah Ayat Al-Qur’an yang berbunyi “ Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan”. (Ali Imran : 186)

Allahu a’lam bis showab.. ^_^

Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

0 comments:

About

back to top